Terus Melompat Makin Tinggi Via Diferensiasi
July 09, 2009 by: MKT01
Majalah Farmacia Vol.7 No.1, Agustus 200
Sukses yang didulang oleh PT.SOHO dalam pasar obat alami membuat beberapa perusahaan farmasi lain tergiur mengikuti langkahnya.
Saat krisis moneter melanda Bumi Pertiwi pada 1998, banyak perusahaan farmasi terutama PMDN kembang-kempis. Nilai kurs dolar yang melambung membuat biaya produksi obat branded generic menjadi sangat mahal. Betapa tidak? Hampir 90% bahan baku obat tersebut diimpor dari luar negeri. Tak hanya itu, daya beli masyarakat yang kian menurun, juga turut membuat beberapa ‘pemain’ farmasi lokal ini bak hidup segan mati tak mau. Salah satunya adalah PT. SOHO Industri Pharmasi yang umurnya lebih dari setengah abad.
Di tengah kondisi seperti itu, PT. SOHO berpikir ulang untuk terus maju dalam kancah persaingan obat branded generics. Sebagai industri farmasi skala menengah, PT. SOHO merasa berat berperang secara frontal dengan perusahaan farmasi raksasa, apalagi kondisi pasar saat itu sudah sangat jenuh. Makanya persis setelah krisis, PT. SOHO membulatkan tekad menjalankan strategi baru dengan mengubah haluan bisnisnya. PT. SOHO mencoba mencari peruntungan melalui pengembangan obat yang berasal dari bahan alami.
“Seperti yang dikatakan oleh Jack Trout dalam bukunya yang berjudul: Differentiate or Die, Survival in Our Era of Killer Competiton, maka PT. SOHO melakukan Differentiate to Stand Out from Your Competition. Jadilah PT. SOHO melakukan diferensiasi dengan selain memproduksi produk mee too yang berbasis kimia, juga berdedikasi penuh memproduksi dan memasarkan obat berbasis alami di pasar resep maupun OTC. Langkah ini membuat PT. SOHO menjadi satu-satunya perusahaan farmasi yang memiliki positioning berbeda dengan perusahaan farmasi lain,” ujar dr. Hindriato Lukas, yang merasa beruntung karena strateginya ini didukung penuh oleh managemen PT SOHO.
Lebih lanjut pria yang kini tengah menjabat sebagai Company Head PT.SOHO ini mengatakan, sebenarnya sebelum krisis, PT.SOHO telah mempunyai produk yang berasal dari alam seperti Curcuma® tablet, Curcuma Plus® sirup, dan Matovit®. Ketiga obat ini dipasarkan melalui dokter atau diresepkan. Namun menjelang tahun 2000, PT.SOHO sepakat akan fokus pada produk obat berbahan alami ini. “Selain bahan bakunya murah dan harganya stabil karena berasal dari dalam negeri, saat itu pemain di bidang ini juga masih sangat jarang. Bisa dibilang, PT. SOHO perusahaan farmasi swasta pertama dan satu-satunya yang merambah pasar resep obat alami,” tegas Lukas lagi.
Pioneer dan Trendsetter Obat Alami di Pasar Resep dan OTC
Agaknya strategi dan langkah yang ditempuh PT.SOHO cukup jitu untuk meningkatkan performa perusahaan. Strategi ini tak hanya mampu membuat PT. SOHO melompat lebih tinggi, tapi juga bisa menancapkan ‘taring’nya di pasar resep dan mengulang kembali masa suksesnya, seperti pada era 1970-an. Ini terlihat dari hasil badan riset pasar bebas internasional (IMS survey) yang menunjukkan, PT. SOHO merupakan perusahaan farmasi yang memiliki pertumbuhan tercepat diantara perusahaan besar farmasi lainnya di Indonesia, sejak tahun 2000 hingga sekarang .
Sukses yang didulang oleh PT.SOHO itu lantas membuat beberapa perusahaan farmasi lain tergiur mengikuti langkahnya. Belakangan mulai banyak perusahaan farmasi yang mulai memproduksi dan meramaikan pasar resep obat alami. Meski demikian, kekuatan produk berbasis alami milik PT.SOHO sebagai trendsetter masih belum terkalahkan. Sebut saja Curcuma®, Matovit® , Oste®, Curliv®, Imboost®, dan Curvit CL Emulsion® di pasar resep dan Diapet, Curcuma Plus Emulsion, Laxing di pasar OTC. Kesemua produk ini tetap menjadi nomor satu di antara produk sejenis di pasaran.
Keputusan Tepat di Waktu yang Tepat
Keberhasilan PT. SOHO merajai pasar resep obat alami di Tanah Air bukan tanpa perjuangan. Sejak memantapkan niat untuk terjun ke ‘lembah’ natural tersebut, PT. SOHO berupaya keras menciptakan pasar. Maklum saja, saat itu obat alami yang banyak dikenal dan beredar adalah jamu. Sementara obat alami yang dibuat secara berkualitas lengkap dengan berbagai penelitian pra-klinis dan klinis masih belum ada. Maka sebagai langkah awal, PT. SOHO memperkenalkan dan memasarkan obat alami mereka melalui dokter.
“Dulu di pendidikan kedokteran belum diajarkan tentang complementary and alternative medicine (CAM). Maka kami bekerja sama dengan perhimpunan-perhimpunan kedokteran mengadakan berbagai simposium dan seminar dengan mendatangkan pakar dari dalam dan luar negeri untuk memberikan pengetahuan tentang CAM ini. Sejak itu, para dokter mulai meresepkan Curcuma®, Matovit®, Oste®, Imboost® dll untuk mempercepat kesembuhan pasien,” kata Lukas .
Keputusan PT.SOHO untuk beralih ke alam, ternyata seiring dengan tren “back to nature” yang tengah berlangsung di negara-negara barat. Ilmu tentang CAM mulai gencar dikaji dan dipelajari, bahkan telah masuk dalam topik buku dewanya kedokteran, Current Medical Diagnosis and Treatment. Indonesia yang notabene ilmu kedokterannya berkiblat ke negara tersebut mau tak mau juga turut terpengaruh. Tak ayal bila kini dokter Tanah Air mulai banyak yang melirik CAM.
Kondisi tersebut tentunya sangat menguntungkan PT. SOHO sebagai pioneer obat alami. Ini terbukti banyak produk obat alaminya yang sukses di pasar resep dan menjadi produk unggulan.
Kekuatan PT. SOHO pada obat resep alami ini ternyata menjadi sangat menguntungkan pada tahun 2006. Saat itu bergulir kebijakan penurunan harga besar-besaran dari branded generics. Tapi hal ini tidak begitu mempengaruhi PT. SOHO, bahkan kian memperkokoh perusahaan ini. Hal ini berbeda sekali dengan beberapa perusahaan farmasi lainnya yang rerata kesulitan memacu pertumbuhannya.
Terus Berdiferensiasi dan Berinovasi
Meskipun saat ini persaingan dan kompetisi obat alami mulai ramai, namun PT. SOHO tetap percaya diri dan malah merasa diuntungkan. Untuk tetap menang, PT. SOHO tak berhenti berinovasi. Berbagai produk baru telah dikembangkan. Misalnya saja, Imboost Effervescent, satu-satunya formula effervercent echinaceae yang ada di Asia. Selain itu, baru-baru ini PT.SOHO juga telah meluncurkan produk obat alami teranyar mereka yaitu Asthin® Force. Asthin® Force mengandung astaxanthin yang merupakan antioksidan terkuat dan teraman karena tidak memiliki efek prooksidan.
Untuk bisa melahirkan produk-produk unggulan tersebut, selain memiliki bagian R & D yang cukup handal, PT. SOHO juga tak segan-segan bekerja sama dengan lembaga penelitian dan universitas terkemuka, baik di Tanah air maupun luar negeri. Misalnya saja dengan Universitas Gajah Mada, Balai Penelitian Tanaman Obat & Aromatik Bogor, Phytohealth, Taiwan, University of Western Sydney, Australia dan Institute of Natural Medicine di Toyama, Jepang .
Manajemen SDM Kuncinya
Selain melakukan inovasi produk, PT. SOHO juga mematangkan perusahaan dengan melakukan pembenahan di segala sisi perusahaan, terutama SDM. PT. SOHO menerapkan sistem modern, Balance Scored Card, di semua level perusahaan dan langsung diawasi oleh asisten Kaplan dan Norton, pencipta konsep tersebut. Konsep ini mengajarkan, agar menyeimbangkan antara perspektif finansial, perspektif pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Penerapan sistem modern tersebut tentu saja berdampak pada prestasi karyawan PT. SOHO. Menurut survei Majalah Swa edisi Juli 2007, tingkat pengetahuan produk dari medical representative (medrep) PT. SOHO menduduki peringkat kedua. ”Kami memang mewajibkan para medrep menjalani pelatihan product knowledge waktu pertama kali masuk selama 3 minggu. Selanjutnya tiap kwartal dan semester juga dilakukan evaluasi product knowledge. Selain itu mereka juga diharuskan menghapal dan membaca buku Current Medical Diagnosis and Treatment yang terkait dengan produk yang mereka pasarkan,” jelas Lukas.
Bagi karyawan yang berprestasi baik tentu mendapatkan reward yang sepadan. Evaluasi product knowledge juga menjadi salah satu kriteria untuk promosi fied force ke jenjang yang lebih tinggi. Tak ayal bila PT. SOHO akhirnya menduduki peringkat 3 sebagai Perusahaan Ternyaman dan Terbaik 2007 dari ketegori Manufacturing/Production Company, berdasarkan hasil survei Employer of Choice oleh Hay Group pada majalah Swa edisi April 2007.


