Selamat Datang di website MLM Unihealth! Anda akan kami hantar ke dalam zona peningkatan kualitas kesehatan dan kesuksesan melalui produk-produk terutama dari SOHO Group yang merupakan grup Perusahaan Farmasi Nasional yang terkemuka saat ini serta melalui sistem bisnis jaringan kami yang unik dan mengedepankan prinsip fairness, profitable dan success for everyone. Terima kasih telah mengunjungi website kami!
Thursday, 09 July 2009 by: MKT01 View: 472
Majalah SWA ,Kamis, 05 Februari 2009
Oleh : Sudarmadi & Kristiana Anissa

Pesatnya pertumbuhan Grup Soho tak lepas dari kinerja sejumlah anak usahanya yang lima tahun terakhir terus moncer. Siapa saja mereka?
Ketika pemain farmasi lain tengah dipusingkan stagnasi, unit-unit usaha di Grup Soho melaju, mencetak pertumbuhan dua digit atau bahkan lebih. Berikut ini adalah potret mesin-mesin uang itu.
Ethica Industri Farmasi,
Pelopor yang Makin Eksis
Sejarah bisnis Grup Soho dimulai dari keberadaan PT Ethica Industri Farmasi. Berdiri pada 30 November 1946, saat itu Ethica merupakan perusahan pertama di Indonesia yang memproduksi obat-obatan injeksi (steril) di pasar resep (ethical). Tak mengherankan, Ethica sempat menjadi role model bagi pabrik-pabrik farmasi di Tanah Air. Perusahaan ini dari windu ke windu tumbuh mengikuti irama industrinya dan dalam setengah dasawarsa terakhir mengalami lompatan pertumbuhan (40% per tahun).
Hingga saat ini Ethica masih merupakan pabrik injeksi dan antibiotik bernama Cephalospurin (tablet dan kapsul). Bedanya, kini Ethica beroperasi dengan peralatan yang jauh lebih modern serta menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)). Dulu pabrik pertamanya di Jl. Gunung Sahari, Jakarta, masih begitu sederhana. Pabrik barunya di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, yang beroperasi sejak 1996 jauh lebih modern dan juga telah mendapat sertfikasi ISO.
Produk obat yang dihasilkan tak kurang dari 100 jenis yang rata-rata sudah sangat dikenal komunitas rumah sakit dan kedokteran di Indonesia. Produk antibiotik seperti Cloracef dan Ethicef populer di kalangan kedokteran.
Unit usaha yang dipimpin Rusdy Irwan (Direktur Pengelola) ini mempekerjakan 400 orang dan punya tak kurang dari 250 tenaga penjualan yang menjadi bagian dari kekuatan pemasarannya. Karena ketangguhan timnya, tak mengherankan perusahaan global seperti Pfizer dan Astra Zeneca sampai sekarang tertarik membangun aliansi bisnis dengan Ethica.
Soho Industri Pharmasi,
Berkibar Bersama Produk Herbal
Didirikan tahun 1951, PT Soho Industri Pharmasi (SIP) awalnya tidak terlalu dikenal walau sebenarnya perusahaan bagus. Pamor perusahaan ini mulai moncer semenjak sukses mengorbitkan produk-produk bebas/over the counter (OTC) herbal yang memang sering diulas dan diiklankan di banyak media. Apalagi, produk-produk itu memang sedang menjadi tren dunia kesehatan dan lebih ramah konsumen berhubung banyak menggunakan bahan herbal.
Produk SIP sendiri sebenarnya cukup komplet. Ia memproduksi obat-obat solid (kapsul dan tablet), likuid, juga obat tradisional. Obat likuid berupa cairan (sirup) dan obat-obatan tradisional berupa ekstrak dari bahan alami seperti daun jambu yang kemudian dibuat menjadi produk obat-obatan.
Semenjak tahun 2000, SIP yang dikomandani Hindrianto Lukas tumbuh luar biasa. Dari 200-an perusahaan farmasi di Indonesia, ia diperingkat sebagai the fasting growing pharmaceutical manufacturer.
Mempekerjakan 1.500-an karyawan termasuk 600 tenaga penjualan, SIP terbilang perusahaan keluarga yang sangat adaptif terhadap praktek manajemen modern. Berbagai tool bisnis modern mulai dari Enterprise Resource Planning (ERP) hingga Balance Scorecard dijalankan dengan tidak tanggung-tanggung. Tak mengherankan, perusahaan dunia seperti Sanofi Winthrope (Prancis) dan Angelini Francesco (Italia) percaya untuk menjalin kontrak produksi dengan SIP.
Harus diakui, anak emas terbaru SIP adalah produk-produk berbasis bahan alami. Di bisnis ini bahkan tak berlebihan kalau ia disebut pelopor untuk industri nasional. Ini juga dibenarkan data internal SIP yang menjelaskan kini 65% penjualan dikontribusi produk herbal (OTC dan ethical). Jangan salah, produk herbal juga ada yang ethical — dipromosikan ke dokter dan dikategorikan sebagai obat — contohnya Curvit. Dari sederet produk herbal Soho, produk berbasis temulawak (curcuma) merupakan andalan dan bahkan sudah menjadi ikonnya. Maklum, produk-produk berbasis curcuma menyumbang tak kurang dari 30% dari total produksi.
Parit Padang,
Melayani Prinsipal dengan TI
Salah satu pilar sukses Grup Soho adalah PT Parit Padang. Maklum, perusahaan ini merupakan distributor yang berarti menjadi ujung tombak grup. Hampir 100% produk-produk Grup Soho dijual melaluinya. Namun, Parit Padang tak hanya menjual produk Soho. Jumlah prinsipalnya mencapai 39 perusahaan.
Beberapa prinsipal non-group antara lain Janssen-Cilag, Axelia Healthcare, Pfizer, Astra Zeneca, Tripatria Andalan, Dipa Pharmalab, Nestle, Comphiphar, Betadine, PT Splash Indonesia, Braun, Kimberly-Clark dan PT Otsuka Indonesia. Toh, secara nilai dan volume, penjualan produk Soho menyumbang 50%. Tahun 2008, penjualan Parit Padang mencapai Rp 2 triliun. Angka yang sungguh tak kecil, tentunya.
Kalau banyak prinsipal yang berminat menitipkan produknya di Parit Padang, itu cukup masuk akal karena perusahaan distribusi itu punya 25 cabang yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Juga, punya 8 kantor pemasaran dan 16 subdistributor. Manajemen Parit Padang sengaja menggunakan subdistributor di beberapa kota yang cukup jauh dan kondisinya belum terlalu mendukung untuk mendirikan cabang sendiri. Contohnya, kota di Batam, Ambon dan Papua.
Dengan dukungan cabang seperti itu, anak usaha Soho yang dikapteni Andrew Makmuri (Direktur Pengelola) ini sanggup mendistribusikan produknya di 126 ribu titik ritel farmasi, baik itu apotek, toko obat, rumah sakit, care center, toko kosmetik klinik maupun toko tradsional dan modern (minimarket, supermarket dan hipermarket).
Salah satu kekuatan Parit Padang yang digawangi 1.700-an karyawan ini adalah implementasi TI yang cukup canggih. Parit Padang termasuk perusahaan distribusi farmasi di Indonesia yang pertama mengintegrasikan bisnisnya dengan TI. Baik itu untuk centralized database management maupun Customer Relations Management (CRM), sehingga memudahkan koordinasi dengan para prinsipalnya.
Integrasi bisnis dengan TI memungkinkan tersedianya data penjualan secara real-time online. Bekerja sama dengan IFS dari Swedia, Parit Padang mengimplementasikan Enterprise Resource Planning System sehingga memudahkan para prinsipalnya memantau kinerja produk-produk yang mereka jual; melihat level inventori, produk yang tak laku, variasi diskon; serta memudahkan mengetahui kinerja penjualan berdasarkan segmen-segmen tertentu. Data seperti itu tentu amat diperlukan untuk aksi pemasaran. Dan ini menjadi salah satu kunci sukses Soho.
