5 Cara Anak Cepat Tumbuh Tinggi untuk mengejar cita-citanya!

 

Tinggi badan memiliki peran penting dalam mempengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan anak. Menjadi tinggi dapat memberikan keuntungan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bersosialisasi, berkompetisi untuk mengasah bakat anak, termasuk dalam mencapai cita-cita mereka. 

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2021, tinggi rata-rata anak Indonesia pada usia 5 tahun adalah sekitar 108 cm untuk anak laki-laki dan 107 cm untuk anak perempuan. 

Pada usia 10 tahun, tinggi rata-rata anak laki-laki mencapai sekitar 134 cm, sementara anak perempuan mencapai sekitar 133 cm. 

Ketika mencapai usia 16 tahun, tinggi rata-rata anak laki-laki adalah sekitar 165 cm, sedangkan anak perempuan mencapai sekitar 157 cm.

Jika dibandingkan data Kemenkes RI dan WHO (2021), untuk anak usia dibawah 5 tahun pada  terdapat 1 dari 3 anak di Indonesia yang memiliki tinggi badan dibawah rata-rata atau stunting.

Kurangnya tinggi badan pada anak dapat memiliki konsekuensi yang berpotensi merugikan Anak yang akan menjadi generasi penerus kita.

Risiko yang bisa terjadi pada tumbuh kembangnya adalah sebagai berikut:

  1. Perkembangan Tulang yang Tertinggal: Anak yang kurang tinggi dapat mengalami perkembangan tulang yang tidak optimal, sehingga menghambat pertumbuhan tinggi badan.
  2. Masalah Kesehatan: Tinggi badan yang kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes pada masa dewasa.
  3. Rendahnya Kepercayaan Diri: Anak yang lebih pendek dari teman-teman sebayanya mungkin merasa kurang percaya diri dan mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial.
  4. Kendala dalam Pencapaian Cita-cita: Beberapa profesi tertentu, seperti atlet, model, atau pekerja yang membutuhkan tinggi badan tertentu, mungkin sulit dijangkau oleh anak yang memiliki tinggi badan yang kurang.

Berikut 5 tips yang dapat kita lakukan agar buah hati kita dapat memiliki tinggi yang optimal:

 

  1. Pola Makan Seimbang: Pastikan anak mendapatkan asupan makanan yang kaya akan nutrisi, termasuk protein, kalsium, vitamin D, dan zat besi. Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, sedangkan kalsium dan vitamin D penting untuk pembentukan dan kesehatan tulang. Zat besi juga mendukung produksi sel darah merah yang penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan.
  2.  Olahraga dan Aktivitas Fisik: Mendorong anak untuk aktif secara fisik dapat membantu dalam merangsang pertumbuhan tulang. Aktivitas seperti berenang, bersepeda, bermain basket, atau lari dapat membantu memperkuat otot dan tulang anak.
  3. Tidur yang Cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk pertumbuhan anak. Selama tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang berperan dalam meningkatkan tinggi badan. Pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam.
  4. Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin membantu mengidentifikasi masalah pertumbuhan atau kekurangan gizi pada anak. Jika ditemukan masalah, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.
  5. Konsumsi Suplemen dan Susu. Sumber makanan tambahan seperti susu dan suplemen sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tinggi dan nutrisi seimbang. 

Pemilihan produk suplemen juga sangat penting, harus yang berstandar farmasi dan mengandung vitamin yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak seperti mengandung: Cod Liver Oil, Temulawak, Kalsium dan vitamin D, vitamin A,B serta Omega-3.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membantu anak tumbuh tinggi secara sehat dan mencapai potensi tinggi badan mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki pertumbuhan yang unik, dan hasilnya dapat bervariasi. Yang terpenting adalah mendukung anak dalam mencapai cita-cita mereka dengan memberikan cinta, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang secara optimal.



Jurnal Ilmiah:

  1. "Factors Affecting Statural Growth in Children" - Penulis: Smith J, et al.
  2. "Genetics of Human Height" - Penulis: Silventoinen K, et al.
  3. "Nutritional Influences on Linear Growth: A General Review" - Penulis: Golden MH.