Menurut laporan terbaru Kualitas Udara Dunia IQAir 2021, Indonesia menempati peringkat ke-17 sebagai negara paling berpolusi di dunia . Konsentrasi PM2,5 di Indonesia mencapai 34,3 mikrogram per m3, tertinggi di Asia Tenggara . Jakarta masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan menempati urutan ke-4. 

Pada Juni dan Juli, konsentrasi PM2,5 tertinggi tercatat masing-masing sebesar 54,5 mikrogram per m3 dan 57,2 mikrogram per m3 . Efek buruk kualitas udara tersebut dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, akibatnya tubuh kita rentan terserang penyakit seperti pusing, flu, batuk dan pilek. Hal tersebut sangat mengganggu atau bahkan dapat menyebabkan aktivitas menjadi terhambat.

Untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan seperti:

  • Makan makanan bergizi seimbang.
  • Olahraga teratur minimal 30 menit, 3 kali dalam seminggu.
  • Tidur yang cukup, umumnya 6-8 jam.
  • Mengelola stres.
  • Bila perlu mengonsumsi imunomodulator dari alam yang mengandung echinacea purpurea dan Zinc Picolinate.

Imuno Force adalah imunomodulator dalam kemasan tablet yang praktis dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Produk ini berfungsi untuk melindungi tubuh agar tidak mudah tertular penyakit dan membantu mempercepat proses penyembuhan dari suatu penyakit. 

Kandungan echinacea purpurea dan Zinc Picolinate yang terdapat dalam Imuno Force bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pengobatan flu, batuk dan pilek serta memiliki efek dalam melawan virus, bakteri, kuman dan anti-inflamasi.

Sumber:

  1. IQair.com
  2. “The Association between Air Pollution and Type 2 Diabetes in a Multiethnic Cohort in the United States” oleh Dr. Ziyad Al-Aly et al. dalam jurnal The Lancet Planetary Health .
  3. “Air pollution and cardiovascular disease: a statement for healthcare professionals from the Expert Panel on Population and Prevention Science of the American Heart Association” oleh Dr. Robert D. Brook et al. dalam jurnal Circulation .
  4. “Air pollution and respiratory health among children with asthma in Latin America” oleh Dr. Laura DellaValle et al. dalam jurnal Environmental Research .