Mengapa Natural Astaxanthin Baik Buat Kesehatan Anda?

Astaxanthin adalah pigmen kemerahan yang dimiliki oleh sekelompok bahan kimia yang disebut karotenoid. Namun terkadang, Astaxanthin bisa muncul secara alami pada ganggang, ketika tumbuhan laut tersebut mengalami stres atau dalam kondisi mempertahankan diri. Saat hal tersebut terjadi, perubahan warna bertindak sebagai perisai dan melindungi diri.

Astaxanthin juga merupakan pigmen merah yang terdapat pada hewan-hewan laut yang mengonsumsi alga, contohnya kril, udang, salmon, dan flamingo berwarna merah muda. Sejauh ini kandungan astaxanthin paling tinggi terdapat pada mikro ganggang H. Pluvialis, yang mengandung 40.000 part per million (ppm). Sedangkan kril hanya menyediakan 120 ppm, udang 1200 ppm, dan salmon hanya 40 ppm.

 

 

Astaxanthin Memiliki Manfaat Layaknya Antioksidan

Sehingga sangat mungkin melindungi sel dari kerusakan dan meningkatkan fungsi dan sistem kekebalan tubuh. Ada banyak manfaat astaxanthin bagi tubuh, salah satu contoh sederhananya adalah astaxanthin yang diaplikasikan langsung ke kulit dapat melindungi dari sengatan matahari dan mengurangi keriput.

Astaxanthin sering di sebut sebagai antioksidan jenis karotenoid yang paling dominan dari sisi kesehatan dan merupakan antioksidan satu-satunya yang tidak memiliki efek pro oksidan. Salah satu jenis astaxanthin yang memiliki manfaat yang baik buat manusia adalah jenis astaxanthin yang berasal dari Hematococus pluvialis dari air tawar.

(H.D.Martin, et al., Chemistry of carotenoid oxidation and free radical reactions. Pure Appl Chem.1999;71(12):2253-2262

 

 

Astaxanthin Merupakan Karotenoid

Memiliki sifat antioksidan luar biasa dan penting bagi kesehatan. Kandungan astaxanthin ini biasanya ditemukan pada alga, salmon (otot salmon), dan lobster. Inilah yang menjadi sumber kekuatan dan daya tahan salmon untuk berenang melawan arus sungai dan air terjun selama berhari-hari.

Sedangkan bagi manusia, astaxanthin bermanfaat sebagai antioksidan kuat dengan implikasi kesehatan yang kuat dan berbeda dengan antioksidan lainnya, seperti beta karoten, zeaxanthin, vitamin E, C, D dan selenium. Sebab, astaxanthin merupakan antioksidan yang tidak menimbulkan efek pro-oksidan pada tubuh.

 

 

 

Astaxanthin Memiliki Berbagai Manfaat Antara Lain:

1. Menolong Penderita Diabetes, Hipertensi, dan Kolestrol Tinggi.

astaxanthin-diabetes

Peneliti Jepang menemukan bahwa astaxanthin dapat mengurangi stres oksidatif dalam sel-sel beta pankreas (sel-sel dalam tubuh yang memproduksi insulin) yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi kronis.

Dalam diabetes ada korelasi kuat antara stres oksidatif dan fungsi kekebalan tubuh yang buruk. Astaxanthin membantu limfosit melakukan pekerjaan mereka lebih efektif dan melawan benda asing seperti bakteri, virus, dan sel yang terinfeksi patogen sehingga orang-orang dengan diabetes tidak akan lemah.

 

2. Membantu Memperbaiki Sel Jantung.

 

astaxanthin-jantung

Klaim manfaat Astaxanthin lainnya adalah menjaga kesehatan jantung. Dalam sebuah studi pada tikus tahun 2006, disimpulkan bahwa Astaxanthin dapat meningkatkan kadar elastin dan ketebalan dinding arteri pada hewan yang mengalami hipertensi.

Ada pula klaim manfaat Astaxanthin yang menyebutkan bahwa karotenoid dapat mencegah penyakit jantung dan menurunkan kolesterol. Namun, bukti terkait manfaat ini masih belum kuat sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut lagi.

 

3. Mempercepat Penyembuhan Penyakit Kronis Liver, dan Kanker payudara.

 

astaxanthin-liver

Penyakit liver bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya infeksi virus seperti pada hepatitis B, keracunan, efek samping obat-obatan dan konsumsi alkohol, hingga gangguan autoimun.

Sebagian penderita penyakit liver tidak mengalami gejala apa pun. Namun, sebagian lainnya dapat merasakan gejala berupa kulit dan mata menjadi kuning, mual dan muntah, perut nyeri dan bengkak, kotoran berwarna keputihan, serta warna urine gelap.

 

4. Meningkatkan Kesuburan.

 

astaxanthin-kesuburan-pria

Satu studi yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa astaxanthin membantu meningkatkan kesuburan pria. Sebagai catatan, penelitian ini masih berskala kecil. Studi ini hanya melibatkan 30 pria yang sebelumnya sudah diketahui infertil alias tidak subur.Jadi, dibutuhkan banyak bukti dan penelitian lebih lanjut untuk mendukung klaim terkait manfaat Astaxanthin untuk kesuburan pria.

 

 

Astaxanthin Juga Dapat Ditemukan Pada Berbagai Jenis Makanan Laut

1. Ikan Salmon

astaxanthin-ikan-salmon

Salmon mengandung DHA tingkat tinggi (asam decosahexaenoic) yang merupakan asam lemak struktural utama di sistem saraf pusat dan retina. Memberi makan salmon kepada anak-anak prasekolah juga membantu pencegahan ADHD dan bahkan bisa meningkatkan kinerja akademis.

 

 

2. Ikan Trout Pelangi

astaxanthin-ikan-trout-pelangi

Ikan Trout pelangi adalah spesies asli perairan Samudra Pasifik dan sungai di sebelah barat Pegunungan Rocky. Pada tahun 1792, seorang ahli Taksonomi bernama Johan Julius Walbaum pertama kali mengidentifikasi dan menamakan ikan Trout pelangi.

Ikan bernama ilmiah Oncorhynchus mykiss ini masih menjadi satu keluarga dari ikan salmon yakni salmonidae.Selain bercorak indah, ikan Trout pelangi menjadi sumber protein dan kandungan kalori yang cukup rendah. Ikan jenis ini sudah terdapat banyak didunia, sehingga dapat dijumpai dengan mudah.

 

 

3. Udang

astaxanthin-udang

Udang juga dikenal mengandung senyawa karotenoid, khususnya senyawa astaxanthin. Astaxanthin berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan dan kosmetik.

 

 

4. Lobster

astaxanthin-lobster

Saat lobster masih hidup, tubuhnya berwarna biru kehijauan agar bisa berbaur dengan warna laut dan menghindari ikan-ikan yang bakal memangsa mereka.Namun, makanan kaya vitamin ini bakal berubah warna jadi merah ketika dimasak.

Pasalnya, astaxanthin mengandung pigmen merah, tapi lobster hidup berwarna biru kehijauan. Barulah pada 2002 para ahli menemukan bahwa protein crustacyanin dapat mengubah astaxanthin dan menahannya agar tidak mengeluarkan pigmen warna kemerahan.

sumber: https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/astaxanthin

 

Mengonsumsi Suplemen Astaxanthin

astaxanthin-dosis

Selain terdapat pada bahan alami seperti hewan laut, Astaxhantin kita dapat menemukan pada suplemen. Dengan manfaat yang sangat beragam, disarankan mengonsumsi suplemen Astaxhantin dengan dosis yang bervariasi untuk tujuan yang berbeda. Sebagian besar studi penelitian kecil sampai saat ini telah menggunakan antara 2 mg dan 12 mg setiap hari.

Namun, astaxanthin dosis optimal belum ditetapkan untuk kondisi apapun. Kualitas dan bahan aktif dalam suplemen dapat sangat bervariasi. Ini menyulitkan untuk menetapkan dosis standar.

Sebaiknya jika mengonsumsi suplemen Astaxhantin disertai dengan makanan yang mengandung keju, mentega, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, telur utuh, ataupun cokelat hitam untuk memastikan penyerapan optimal, sehingga enzim pencernaan dapat membantu proses penyerapan.

Anak-anak di bawah usia 10 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi Astaxanthin, bila tanpa anjuran dari dokter.

 

 

Dosis & Saran Penggunaan

astaxanthin-bahan

  • 2 kapsul @ 4mg setelah makan:
    Kecantikan kulit, daya tahan tubuh, stamina & kebugaran dan mata lelah.
  • 1 kapsul @ 12mg setelah makan:
    Gangguan pencernaan (maag, asam lambung, sembelit dan nyeri perut), gejala perimenopause dan kesuburan pria atau wanita.
  • 2 kapsul @ 12mg setelah makan:
    Kesehatan jantung, stroke, alzeimer, diabetes, dan kanker payudara.

 

Dengan mengetahui semua manfaat dari Astaxanthin tersebut, bila perlu kita mengonsumsi Astaxhantin setiap hari sesuai dosis yang sudah dianjurkan guna meningkatkan daya tahan tubuh untuk aktifitas kita sehari-hari.

 

 

 

 

Referensi Ilmiah:
[1] Mónika Sztretye, dkk., Astaxanthin: A Potential Mitochondrial-Targeted Antioxidant Treatment in Diseases and with Aging, Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2019. [2] Ranga Rao Ambati, dkk., Astaxanthin: Sources, Extraction, Stability, Biological Activities and Its Commercial Applications—A Review, Marine Drugs, 2014. [3] Li Zhang and Handong Wang, Multiple Mechanisms of Anti-Cancer Effects Exerted by Astaxanthin, Marine Drugs, 2015. [4] Sergio Davinelli, dkk., Astaxanthin in Skin Health, Repair and Disease: A Comprehensive Review, Nutrients, 2018. [5] Christian Galasso, dkk., On the Neuroprotective Role of Astaxanthin: New Perspectives?, MDPI, 2018. [6] Jui-Tung Chena, Kazuhiko Kotanib, Astaxanthin as a Potential Protector of Liver Function: A Review, J Clin Med Res, 2016;8(10):701–704.